Jumat, 15 Maret 2013

wanita tangguh...






LINDAWENI FANETRI (INDONESIA) no spesialis (WS)


Anastasia Ruskikh (RUSIAN) no spesialis (WD,XD)


Nozomi Ukuhara (JEPANG) no spesialis (WS)

Bellaetrix Manuputty (INDONESIA) no spesialis (WS)


Kim Ha Na (SOUTH KOREA) no spesialis (WD)


MARIA vs SIMON



Marmon series ftv BM . "arti persahabatan"

simon adalah pria tampan nan keren merupakan anak asuh kepelatihan nasional / pelatnas , yang berteman dengan seorang wanita cantik jelita yang hanya direkrut di sebuah klub. suatu hari mereka bertemu dan salin sapa .

“ Oke.. mon, kau memang sahabatku.., saatnya aku membalas kebaikanmu selama ini”
Aku tak mengerti apa yang dimaksud dengan maria
“ Setelah sekian lama kita berteman, aku baru sadar, aku belum melakukan apa-apa untukmu”
Aku merasa pembicaraan ini mulai tidak nyaman untukku, apa yang  kau mau maria… aku masih tak mengerti
“ Aku sudah memutuskan aku akan melakukan sesuatu untukmu.. tapi aku tak tau apa yang harus aku lakukan”, perasaan simon makin terasa berat, berarti ia pun tak  nyaman dengan pembicaraan ini.
 “ setelah ku timbang-timbang, lebih baik kau sendiri yang minta apa yang harus ku lakukan “, lanjutnya
Aku terdiam sesaat, tenggorokan ku kering beberapa detik
“ Tapi aku tak butuh apa-apa mar..”, kataku , “ Dan aku juga tak berharap apa-apa dari persahabatan kita”, lanjutku lagi
“ Ya aku juga pikir begitu… aku juga tak berpikir persahabatan kita dilandasi pemberian dan penerimaan, aku hanya merasa aku belum pernah melakukan sesuatu untukmu”
“ Kau tak perlu melakukan sesuatu untukku mar.., aku tak pernah meminta sesuatu dari yang ku lakukan “
“ Aku percaya itu mon.. tapi setelah selama ini, sudah sepantasnya kau memberi aku kesempatan berbuat yang sama untukmu”
“ Tapi mon…”
“ Jangan egoist mon.. aku juga ingin berharga didepanmu”
Lama kami terdiam. Obrolan ini tampak aneh. Seaneh permintaan maria.
“ Demi persahabatan kita mon, beri aku kesempatan berbuat sesuatu untukmu”
maria meminta dengan harap, aku terdiam dalam gundah. Obrolan ini anti klimaks.
“ oke.. “ ujarku mengalah, “ tapi jangan paksa aku mengatakannya sekarang, beri aku waktu…, “ pinta ku
“ o..ke”, sambut maria senang , “ berapa hari ?”, tanyanya antusias
“ 1 minggu.., berarti rabu depan kita ketemu di tempat biasa” ucapku ragu sambil menentukan tempat pertemuan, maksudku Cafebook dan marmonpower perusahaan kita itu, tempat kami biasa berdiskusi sambil menikmati secangkir coklat sambil memegang raket.
Kami bersalaman dengan perasaan hati yang berbeda.

****

Itulah awal yang membuat hatiku hambar. Pagi hilang cerianya, siang berlalu tak berbekas, malam menjadi monster yang menerkam gelap hingga aku tersadar hari telah pagi lagi. Begitu seterusnya, hingga tak terasa 1 minggu hampir berlalu. Ini adalah hari terakhir, malam ini aku akan mengatakan permintaanku pada maria. Sialnya sampai detik ini aku belum menemukan apa yang ku mau.

Ku coba mengingat-ingat apa yang kubutuhkan dalam hidupku. Aku pernah ingin berkeliling dunia, jadi aku minta saja tiket pesawat ke seluruh kota-kota  besar di dunia. maria pasti tak keberatan, toh proyek yang kami dapat kemarin nilainya triliunan rupiah. Tiket pesawat keliling dunia tidak akan sampai sepuluh persennya. Wajar bagi sahabat yang belum pernah melakukan apa-apa. Atau aku minta saja buatkan lapangan badminton seluas Senayan Jakarta yang diselesaikan dalam satu malam. Ha ha  ha.. memangnya aku Roro Jonggrang. Aku senyum dan tertawa dengan ide tersebut. Mungkin aku minta wanita Uzbekisthan saja, sepuluh kalau perlu. Tapi setelah ku timbang-timbang istriku mau dikemanakan. Ah… pusing aku memikirkan permintaanku sendiri.

Letih memikirkan permintaanku, aku ganti memikirkan jalannya persahabatanku dengan maria. Siapa tau ada hal yang ku ingin dari dirinya namun tak sempat terkatakan.

  maria rekan atlitku , kami beda jalur ,maria yang ikut pb djarum sedangkan aku bimbingan pemerintah / pelatnas. Kami berteman karena punya hobi yang sama, Coklat panas, buku.dan memegang raket ,hhe. Kami selalu bercita-cita akan membuat perusahaan tp memadukan 3 itu  yang memadukan ketiga hal tersebut. Kami sampai bermalam-malam membicarakan rencana tersebut. Tak perlu menunggu lama. pensiun nanti , cita-cita tersebut langsung kami  wujudkan. Aku bertanggung jawab dengan buku, dan maria dengan coklat, aku buat perpustakaan, maria buat café. setelah lelah dengan buku dan coklat. Peresmian cafebook kami dihadiri teman-teman dekat, jauh dari perkiraan bahwa ini adalah cikal bakal perusahaan raksasa di negeri ini.  hanya dalam jangka waktu 3 bulan cafebook juga marmon power sudah menjadi tempat nongkrong ‘kaum pemikir’, kaum yang rela menghabiskan waktu berjam-jam dengan buku dan diskusi. Masuk bulan ke empat, coklat menjadi minuman paling trend di kota bekasi. Tapi maria tidak mudah puas, ia berhari-hari tidak tidur memikirkan bagaimana menaikan laba keuntungan. Aku berusaha mendukung sepenuhnya.Marmonpower semakin ramai, sehingga kami harus membuka beberapa cabang. Permintaan dari beberapa daerah yang ingin memfranchise marmonpower membuat usaha kami menjadi waralaba yang paling menjanjikan, itu versi majalah terbitan ibukota.

“ mon… gimana kalau kita beli saja penerbit-penerbit kecil, tentu keuntungannya akan berlipat”
“ Tapi dana kita terbatas, mar “, ujarku khawatir
“ Tenang , kita investasikan saja seluruh dana yang ada, toh kita sudah mempunyai tempat melempar buku yang kita terbitkan, caffebook adalah tempat kita mendistribusikan buku”, jawab maria yakin
Perhitungan maria tak pernah meleset, penerbit-penerbit kecil yang kami beli menjelma menjadi penerbit raksasa. Caffebook ditempat-tempat tertentu mengalami perluasan.maria  langsung menangkap peluang bisnis tersebut. Tak lama kemudian Mal-marmonpower kami sudah berdiri.
“ mon.. bagaimana kalau kita  beli saja perusahaan astec“
Kemudian
“ mon .. gimana kalau kita ..” lalu
maria sangat menghormati keberadaanku, semua rencananya selalu meminta pendapatku. Aku selalu mendukungnya. Selalu. Sungguh !.

Hanya dalam waktu 5 tahun caffebook dan MARMONPOWER telah menjelma menjadi perusahaan nasional. Jaringannya telah menjalar ke segala bidang. Dengan sedikit-sedikit pengetahuan politikku, kami juga membiayai calon-calon kepala daerah. Tentu yang mempunyai peluang menang. Hampir seluruhnya menang. Kamipun berhamburan proyek-proyek pembangunan dari Bupati dan Gubernur yang kami sponsori. Dengan begitu kami juga telah masuk dunia politik. Bahkan terakhir kami membiayai ketua partai sampai ia duduk di Kementerian. Dari pak Menteri inilah, pekerjaan kami kini menginjak angka 12 digit. maria begitu menikmati, aku juga. Lebih tepatnya aku bahagia karena maria begitu senang.

###

Tapi aku tetap belum menemukan apa yang kubutuhkan

Waktu terus berjalan, tinggal 3 jam lagi sebelum pertemuan.  Otakku sudah mulai penat.aku memutuskan beberapa senar yang sebenarnya itu untuk dijual ,huhh .. aku sudah mulai penat dengan semua ini

Satu demi satu kata-kata mengalir dari hatiku, dari hati  bukan dari pikiran. Setelah beberapa saat.. akhirnya selesai sudah. Ternyata menulis jauh lebih cepat disbanding menyiapkan kata. Ku pandangi beberapa saat, ku baca beberapa kali, ku edit sana sini. Aku tersenyum pedih, tapi aku puas.

###
MARMONPOWER jam 23.00
  maria terduduk sendiri, sudah 2 jam ia menunggu, hanya ditemani sebuah surat. Lian masih menunggu simon. maria tak tahu jika simon tak akan datang. Bahkan maria tak tahu simon bukan cuma tak datang.

###
Hai maria..
Aneh rasanya menulis surat padamu. Padahal kita bertemu setiap hari.
Kita berteman sudah 10 tahun, namun rasanya baru kemarin. Banyak hal yang kita lalui,  tapi selalu saja ada yang tak terungkap. Mungkin kita terlalu asik dengan pekerjaan hingga kita lupa mengenal satu sama lain.
Jangan kau tunjukan surat ini pada istrimu, aku akan malu setengah mati.

Malam ini seharusnya kita bertemu, maaf aku tak datang, maaf tak memberi tau. padahal kita sudah menunggu 1 minggu untuk pertemuan ini. Tenang saja,  aku tak melupakannya. Aku masih ingat tentang permintaanmu. Justru disitulah masalahnya. Aku telah berusaha semampuku,  bahkan melebihi kemampuanku. Aku tak menemukan apa yang kau minta. Masih belum bisa..

Selama ini aku selalu bersemangat mewujudkan mimpi-mimpi kita, atau mimpimu sebetulnya. Bersemangat dengan ide-idemu, menggebu dengan terobosan briliantmu. Aku mendukung semua rencana kita,( maaf rencana-rencanamu). Dan aku sangat menikmati saat-saat itu, hingga aku lupa apa yang sebenarnya ku inginkan. Aku sudah mencarinya. Yakinlah aku sudah berusaha untuk itu.

Setelah lama kupikirkan, akhirnya ku simpulkan, aku hanya ingin seperti ini. Inginku hanya mewujudkan mimpimu, semangat dengan ide-idemu, rasakan gebu terobosan briliantmu. Aku cukup dengan peranku sebagai pendukungmu. Bukan kau yang tergantung dengan ku mar, tapi aku. Aku begitu ketergantungan sebagai pendukung segala ide-idemu. Aku tak punya permintaan lain. Aku hanya ingin seperti ini.

Kini idemu memintaku dengan keinginan pribadiku, aku tak punya kemampuan itu. Kau yang terbiasa dengan peran ini. Peranku sebagai pendukungmu.
Demi persahabatan alasanmu. Kata-kata itu begitu mengiang di telingaku.

Maaf  maria.. aku sudah berusaha, aku tak mampu. Tapi aku tahu diri. Bukankah Sahabat yang baik adalah yang mengerti keinginan sahabatnya. Aku bukan sahabat yang baik untukmu maria, aku tak dapat memenuhi keinginanmu. Aku cukup tahu diri. Aku tidak lagi layak menjadi sahabatmu. Maaf atas ketidakmampuanku.

ini sebabnya !



Kemunduran Prestasi Bulutangkis Indonesia: Ada “Faktor X” yang Sulit Dijelaskan



Jika kita melihat dunia perbulutangkisan di Indonesia pada era ‘yang lalu’, pasti kita akan berdecak kagum dan juga bangga oleh prestasi yang dicapai pada saat itu. Bahkan, Indonesia bisa lebih terkenal di dunia karena bulutangkisnya. Jika ada pertanyaan mengenai apa yang kamu pikirkan mengenai Indonesia di mata dunia, pasti akan terlintas “bulutangkis” di sana. Ada pasangan atlet bulutangkis legendaris Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma yang pernah meraih medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992, disamping berderet prestasi internasional yang pernah digaet. Lalu ada nama Liem Swie King, Rudy Hartono, Hariyanto Arbi, Ivana lie, Verawaty Fajrin, Hendrawan, dan atlet-atlet yang telah mengharumkan nama bangsa lewat bulutangkis lainnya. Ada pula atlet yang terkenal dengan pukulan backhand-nya, yang sampai sekarang pun kita masih mendengar prestasi yang diraihnya. Siapa lagi kalau bukan Taufik Hidayat, sang pemegang medali emas Olimpiade Athena 2004. Nama-nama itu hanyalah contoh dari sekian banyak atlet yang pernah menyumbangkan kebanggaan bangsa Indonesia dan mengunggulkannya di mata dunia.
Namun sepertinya ada mendung kekhawatiran di atas bumi Negara Bulutangkis ini. Prestasi demi prestasi semakin menurun. Piala Thomas yang dulu betah tinggal di Indonesia sudah memilih tempat tinggalnya yang lain. All England sebagai salah satu turnamen bulutangkis bergengsi di dunia, sudah jarang atau bahkan tidak mau menuliskan nama orang Indonesia di dalam daftar para juaranya. Padahal dulu bendera Indonesia selalu berkibar paling atas saat penghargaan medali. Lihat saja Rudy Hartono yang pernah delapan kali juara pada turnamen tersebut! Sekarang?
Walau tidak diadakan survei sekalipun, saya yakin kalau kepuasan dan kebanggan masyarakat terhadap prestasi bulutangkis Indonesia pada ‘masa-masa yang baru’ ini akan kurang mengenakkan hati. Jika dulu ada pertandingan bulutangkis yang membawa nama Indonesia, maka warga akan berbondong-bondong menonton bersama dan tenggelam dalam euforia yang sangat luar biasa. Jalanan bisa sampai lengang karena warga lebih memilih menonton bulutangkis daripada keluar rumah. Bahkan, kegiatan ajar-mengajar dan perkantoran sampai-sampai diliburkan hanya untuk menyaksikan pergulatan yang dinanti-nanti itu. Sekarang? Pasti lebih memilih acara yang bisa menggelakkan tawa ataupun drama-drama cengeng yang mampu mengundang haru biru tangisan. Kalau ditanya, jawabannya adalah kalimat pesimistis, “Ah, pasti juga kalah lagi.”
Lalu, ada apa sebenarnya di balik semua ini?
Semuanya disebabkan oleh faktor X yang tak hanya bisa dijelaskan dalam sebuah diskusi semata, saling bersembunyi hingga sulit untuk menemukan apa sebenarnya faktor X itu. Tetapi saya melihat dari analisis saya sendiri, adanya simpul-simpul dari faktor X tersebut, yang mungkin saja perlu dibenahi agar negara kita ini bisa dihiasi dengan prestasi-presati perbulutangkisan yang lebih memukau.

1. Perkembangan Teknologi
Bagi kebanyakan orang, perkembangan teknologi yang begitu pesat akan membawa kemajuan yang pesat pula. Hal yang merupakan pendapat itu memang tidak bisa disangkal. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, sampai kapan perkembangan tersebut bisa terus menyulam kemajuan? Jawabannya adalah: jika perkembangan teknologi itu digunakan sejalan dengan kaidah yang sesuai.
Perkembangan teknologi juga harus digunakan dalam dunia perbulutangkisan kita. Mulai dari sarana pembinaan sampai saat terjun di lapangan, semuanya harus menggunakan teknologi yang setidaknya bisa dikatakan up to date. Hal ini mungkin terdengar sedikit aneh, tetapi jika kita perhatikan lebih dalam maka hal ini bisa menjadi sangat vital. Negara-negara yang lebih maju pasti akan menerapkan hal ini. Bukankah dalam ilmu ekonomi kita mengenal, investasi (pengadaan modal) adalah sesuatu yang sangat berharga untuk kelangsungan perusahaan? Mari kita ‘berinvestasi’ untuk perbulutangkisan Indonesia!
Lalu di sisi yang lain, mungkin perkembangan teknologi informasi-komunikasi seperti handphone dan internet akan mencemari pikiran dan konsentrasi para atlet kita. Dalam salah satu sudut pandang, perkembangan teknologi yang ini mungkin mempunyai faedah yang sangat besar. Tetapi dari sudut pandang yang lain, teknologi ini adalah pencecar yang bersifat long term. Dengan kemudahan para atlet berkomunikasi, bertukar informasi, maka lifestyle mereka pun juga akan terpengaruh. Kalau pengaruhnya baik sih tidak apa-apa. Tetapi kalau sampai mengganggu saat kegiatan-kegiatan penting, seperti pada saat berlatih dan sesaat sebelum bertanding, maka hal ini akan akan merugikan mereka sendiri tentunya.

2. Pembinaan
Ini adalah hal yang sering disorot dalam perbincangan mengenai perlubutangkisan Indonesia saat ini. Ada yang bilang kesalahan pembinaan, kesalahan manajemen, pelatih kurang profesional, dan lainnya. Tetapi mugkin tidak semua itu benar. Jika diperhatikan, pusat-pusat pelatihan bulutangkis saat ini jauh lebih baik daripada masa yang dulu. Yang menjadi kekurangan kita adalah adanya kesalahan manajemen dan kualitas semua pihak yang terlibat di dalamnya. Adanya kekeliruan manajemen bisa dibuktikan dengan lambatnya regenerasi atlet-atlet bulutangkis kita. Kita tidak bisa hanya bersandar pada atlet-atlet senior yang sudah memegang nama, tetapi yang mudalah yang harus mulai bertindak. Kalau soal pelatih, banyak juga dari mantan-mantan pebulutangkis legendaris kita yang terjun langsung dalam hal pembinaan, kan?

3. Peranan Pemerintah
Pemerintah harus berani bertindak dalam memutuskan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan perbulutangkisan, mulai dari pengadaan turnamen, pengadaan sarana-prasarana, pengadaan dana lain-lain, dan dalam manajemen itu sendiri. Berkaitan dengan poin nomor satu, dalam hal investasi teknologi, maka pemerintah harus berintervensi dengan cara pengadaan teknologi-teknologi itu. Hal lain seperti pemberian dana tunjangan hari tua yang lebih membesarkan hati para atlet. Tetapi jika melihat kemungkinan dalam tubuh pemerintah sendiri saja ‘pencuri’ sudah sibuk mengurusi para ‘pencuri’, boro-boro memajukan perbulutangkisan, terpikirkan saja pun mungkin tidak. Jangan-jangan malah dikorupsi nanti.

4. Mental
Ini adalah bagian paling vital dari semua poin di atas. Mental pemain sendiri lah yang akan menentukan kualitas mereka. Mental ini sangat erat kaitannya dengan semangat juang. Perkembangan teknologi, seperti yang telah dijelaskan pada poin satu, juga bisa melemahkan mental para atlet. Jika dulu, perkembangan teknologi belum begitu pesatnya, kini sudah bak jamur di musim hujan. Para atlet sekarang disuguhi berbagai teknologi yang memudahkan kegiatan, sehingga mereka seperti dimanjakan oleh teknologi tersebut. Alhasil, mental mereka pun juga lebih banyak diasah oleh yang mudah-mudah. Sebagai gambaran umum, misalnya jika dulu tidak ada pompa air, maka atlet dahulu harus mengambil air dari sumur, yang tak langsung akan mempengaruhi mental dan juga fisik mereka. Tidak ketinggalan juga, pacar! Hal yang satu ini bisa menjunjung atau malah menjatuhkan mental para atlet. Tergantung bagaimana mereka mengatur frekuensi hubungan mereka.
Mental yang dibentuk harus mental baja, bukan mental tempe!

5. Faktor X
Ini yang masih belum dipecahkan dan masih menjadi ’sesuatu’ yang bersembunyi itu. Kita hanya bisa menebak-nebak apakah faktor X itu. Apakah lingkungan? Bukankah pencemaran polusi udara oleh gas-gas buangan kendaraan bermotor akan mempengaruhi kinerja otak? Atau mungkin latihan yang tak terlihat? Seperti, karena dulu belum banyak teknologi komunikasi, maka atlet dulu harus sering-sering berjalan kaki, yang dengan kata lain akan berpengaruh pada fisik mereka juga? Atau jangan-jangan ada tragedi yang tidak kita harapkan, yakni jika memang negara-negara lain menjadi lebih unggul daripada negara kita? Entahlah.
Yang terpenting sekarang adalah FOKUS. Jika mau menjadi atlet bulutangkis, maka fokuslah pada dunia perbulutangkisan. Jangan termakan berita-berita korupsi atau drama-drama cengeng di televisi itu! Fokuslah dan berjuanglah dengan sepenuh hati.
Banggakan diri sendiri, teman, keluarga, dan semuanya, untuk Indonesia! Kibarkan Sang Saka Merah Putih dan gemparkan perhelatan dunia dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya! Ingat, kita pernah jaya, dan inilah saatnya untuk mengusung kejayaan tersebut ke tanah air kita, TANAH AIR INDONESIA…
Salam INDONESIA BISA!!!
di kutip dari BADMINTON MANIA

NEWS


Apa Itu Sport Science? ::

Akhir desember lalu saat masih hangat-hangatnya berita tentang pelantikan pengurus PBSI yang baru, beberapa berita di media massa mengutip ucapan Rexy Mainaky tentang masih kurangnya penerapan "Sport Science" di Pelatnas Cipayung.

1. Pengertian sport science dari situs www.kensport.org

Sport science adalah penerapan prinsip-prinsip science untuk membantu meningkatkan prestasi olahraga. Secara umum terdapat 3 bidang dalam sport science yaitu: fisiologi, psikologi, dan biomekanika.

Fisiologi dalam sport science mempelajari bagaimana tubuh dalam merespon dan beradaptasi dengan latihan yang dijalani. Fisiologi dapat membantu atlet untuk: a. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya melalui uji kebugaran; b. Menilai apakah pelatihan telah berhasil; dan c. Merancang dan mengembangkan teknik-teknik pelatihan untuk mengoptimalkan adaptasi.

Psikologi dalam sport science mempelajari pikiran atlit untuk mengetahui bagaimana motivasinya, keyakinan dirinya, dan emosinya dapat memengaruhi perilaku atlet dalam olahraga. Psikologi dapat membantu atlet untuk: a. meraih prestasi lebih baik dan lebih konsisten; b. Meningkatkan kualitas pengalamannya dalam berolahraga; dan c. Mengembangkan mental skill yang diperlukannya dalam olahraga.

Biomekanika dalam sport science berkaitan dengan analisa mengenai mekanika gerakan tubuh. Biomekanika menjelaskan bagaimana dan mengapa tubuh bergerak seperti itu. Ini juga merupakan sarana untuk menguji interaksi antara si atlet dengan peralatannya dan lingkungannya. Biomekanika dapat membantu atlet untuk: a. Mengidentifikasi teknik-teknik terbaik untuk meningkatkan prestasi olahraga; b. Menentukan cara yang paling aman dalam melakukan olahraga tertentu sehingga mengurangi resiko cedera; dan c. Menganalisa peralatan olahraga seperti sepatu, raket, dan permukaan lapangan.

2. Pengertian sport science dari situs www.wikipedia.org

Sport science adalah disiplin ilmu yang mempelajari penerapan dari prinsip-prinsip science dan teknik-teknik yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga. Sport science biasanya mencakup bidang-bidang fisiologi, psikologi, motor control, dan biomekanika, tetapi juga meliputi bidang lain seperti nutrisi dan diet, sports technology, anthropometry, kinanthropometry, dan performance analysis.

Sports technology adalah mengenai pemanfaatan teknologi untuk olahraga dalam arti luas.

Anthroprometry adalah mengenai pengukuran fisik sesorang atau individu. Pemanfaatan anthropometry misalnya dalam hal industrial design, clothing design, ergonomika dan sebagainya yang memanfaatkan data statistik mengenai ukuran fisik individu dalam populasi tertentu untuk tujuan mengoptimasi produk.

Kinanthropometry didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari ukuran, bentuk, proporsi, komposisi, dan kematangan seseorang untuk mengetahui/memahami pertumbuhannya, pelatihannya, kinerjanya, dan nutrisi yang dibutuhkannya. Kinanthropometry menghubungkan anatomi dengan gerakan.

3. Pengertian sport science dari tim bidang sport science KONI Pusat di situs www.koni.or.id

Sport science merupakan aplikasi ilmiah dari prinsip pengetahuan untuk membantu atlet dalam meningkatkan performanya. Secara umum sport science ada 5 cabang yaitu: fisiologi, psikologi, biomekanik, nutrisi, dan kedokteran olahraga.

Nutrisi terkait dengan asupan nutrisi (makanan, minuman, dan berapa banyak) yang diperlukan oleh seorang olahragawan dalam latihan dan pertandingan, sehingga proses recovery, perkembangan, adaptasi, dan istirahat dapat menyatu hasil akhir atlet lebih kuat dan bugar dalam bertanding.

Kedokteran olahraga adalah penerapan ilmu kedokteran dalam olahraga yang meliputi beberapa bidang yaitu: pemeliharaan kesehatan atlet; penanganan cedera; pemulihan cedera; doping; terapi; massage; dan nutrisi.

4. Pengertian sport science dari buku Sports Science Handbook: I-Z yang ditulis oleh Simon P. R. Jenkins.

Sports science adalah disiplin ilmu yang luas yang terutama berkaitan dengan proses-proses yang menjelaskan perilaku dalam olahraga dan bagaimana kinerja atletik dapat ditingkatkan. Sports science meliputi sejumlah disiplin ilmu, termasuk kinanthropometry, biomekanika, fisiologi olahraga, psikologi olahraga dan sosiologi olahraga.